You are currently browsing the monthly archive for February 2007.

* seperti dimuat dalam Harian KOMPAS, Minggu, 4 Februari 2007

Penulis: Edmon Makarim

Baru-baru ini kita menyaksikan kritik keras para
sineas muda terhadap karya sinematografi film cerita
yang dimenangkan dalam suatu festival film.
Perselisihan yang terlihat adalah adanya perbedaan
pendapat terhadap suatu apresiasi nilai yang tinggi
terhadap suatu karya sinematografi yang baik. Satu
pihak menyatakan adanya suatu pelanggaran karena
adanya ”kesamaan” dalam bagian tertentu (sound-track)
dari karya tersebut dengan karya orang lain, yang
berarti adanya penggunaan tanpa izin terhadap Hak
Cipta orang lain. Namun ada juga argumen lain yang
menyatakan, bahwa yang ada hanyalah ”kemiripan” dengan
karya cipta pihak lain. Bahkan lebih dari itu, ada
juga argumen lain yang menyatakan bahwa penggunaan
sebahagian itu adalah sah-sah saja atau paling tidak
selayaknya diperkenankan sesuai perkembangan seni
kontemporer, sehingga tidak dapat dikatakan
sepenuhnya melanggar Hak Cipta. Read the rest of this entry »

Terima kasih banyak atas seluruh dukungan dan komentar yang telah kami terima melalui banyaknya komentar melalui website ini. Kami sangat menghargai seluruh perhatian yang telah Anda berikan.

Supaya kami tetap menjaga transparansi kerja, berikut kami sampaikan laporan kerja Presidium dan Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di MFI, sampai akhir Januari 2007 (waktu kerja: 2 minggu) dan laporan keuangan MFI. Laporan lengkap bisa di-download (dalam bentuk pdf) dan dibaca dari halaman Laporan Kerja dan Laporan Keuangan.

Untuk membaca seluruh laporan, memang akan agak panjang. Tapi di bawah ini kami masukkan ringkasannya.

Jika Anda memiliki komentar, kritik atau pertanyaan, silahkan langsung menulis di halaman Kontak Kami.

Selamat membaca!
atas nama seluruh Kelompok Kerja MFI,
Kelompok Kerja Komunikasi MFI

=====================

Presidium…
Tugas utama Presidium adalah menyusun strategi besar gerakan MFI. Penyusunan ini dimulai dengan melakukan konsultasi secara hukum, baik dengan pengacara maupun dengan IMLPC untuk melihat semua kemungkinan yang bisa terjadi.
Hasil konsultasi ini dijadikan salah satu bahan dalam rapat-rapat presidium yang secara intens membahas strategi gerakan MFI, yang mencakup:
1. Agenda kebudayaan menyeluruh
2. Pencabutan UU No 8/92
3. Skema besar lembaga perfilman yang dibutuhkan
4. Kajian terhadap RUU apa yang kita butuhkan
5. Skema Lobbying
Selain itu, Presidium telah melakukan langsung lobbying kepada beberapa individu yang penting bagi gerakan ini.
Saat ini, strategi masih terus disempurnakan, dan lobbying terus berjalan.

Pokja Kajian…
Pokja Kajian adalah Pokja yang bertugas melakukan kajian terhadap UU dan RUU perfilman. Pokja ini juga akan membuat masukan UU yang sesuai dengan apa yang menjadi apsirasi MFI, dan mereka akan melakukannya dengan cara studi perbandingan dengan sistem perfilman di negara lain, mengundang ahli-ahli hukum, dan sejenisnya.
Nah, karena ada sekian banyak PR yang harus dikerjakan, Pokja Kajian pun harus membuat prioritas. Dan prioritas pertama saat ini adalah mengenai masalah sensor vs lembaga klasifikasi.
Saat ini Pokja Kajian tengah membuat perbandingan lembaga klasifikasi di beberapa negara.

Pokja Komunikasi…
Pokja Komunikasi intinya adalah Pokja yang mengatur arus komunikasi dan strategi komunikasi MFI, baik ke luar maupun ke dalam anggota MFI sendiri. Saat ini, Pokja Komunikasi memprioritaskan diri untuk:
1. mengakomodasi permintaan media dan undangan diskusi dalam rangka klarifikasi apa itu MFI dan apa yang menjadi concern utama MFI
2. Secara aktif menghubungi media-media cetak untuk mendukung MFI dengan cara membuat liputan atau memuat artikel yg dibuat oleh anggota MFI
3. Mengumpulkan artikel/tulisan dari semua orang yang isinya mendukung MFI untuk disalurkan di media-media tersebut
4. Menyusun pembagian kerja dan menerapkan sistem piket, mengingat pekerjaan pokja komunikasi bisa sangat intens
5. Menyiapkan website (yang versi sementaranya sudah on-air di http://www.masyarakatfilmindonesia.org)
Sementara itu, Pokja ini juga sedang terus menyusun strategi public campaign MFI secara perlahan, yang berjalan sinergis dengan\nperkembangan strategi gerakan dari Presidium.

Pokja Operasional…
Pokja Operasional adalah Pokja yang menjalankan tugas administratif, kesekretariatan, dan ekonomi. Jadi, Pokja ini yang akan menjadi bendahara MFI, menyimpan arsip seluruh kegiatan surat menyurat atau dokumen yang berkaitan dengan kegiatan MFI, melakukan kegiatan fundraising, dan sejenisnya. Pokja Operasional ini juga yang akan mengatur dan menjalankan pelaksanaan kegiatan MFI yang sifatnya pleno (untuk semua anggota)
Saat ini Pokja Operasional sedang memfokuskan diri membuat strategi fundraising yang efektif, sambil terus menyusun pengarsipan notulensi dan membuat mekanisme phone tree.

* seperti dimuat dalam Majalah TEMPO, edisi 29 Januari 2007

Penulis: Joko Anwar, Sutradara / anggota Masyarakat Film Indonesia

How it all started…

Dengan satu lompatan dan satu zoom-out kamera, Jaka Sembung berpindah dari tepi laut ke atas bukit, siap menghajar Bergola Ijo. Tepuk tangan penonton menutupi suara kipas angin yang tak begitu berhasil menghalau hawa panas studio bioskop. Kursi yang jauh dari nyaman menambah efek suara setiap kali penonton bergerak. Toh, penonton keluar dengan puas dan segera menceritakan keseruan film yang baru saja mereka tonton ke para tetangga. Sampai pada tahun 1980-an, bioskop masih merupakan sumber tontonan nomor satu sampai ke kota-kota terkecil. Satu-satunya saluran televisi, TVRI, dipenuhi acara-acara propaganda pemerintah dan para istri anggota ABRI berpaduan suara. Belum ada VCD dan pemutarnya yang murah, hanya VHS dan Betamax yang hanya bisa dijangkau sebagian kecil orang. Pemerintah masih “berpihak” ke perfilman nasional dengan kebijakan batasan impor (setiap importir harus memproduksi satu film setiap mengimpor tiga film). Film Hollywood hanya menguasai persentase kecil dari jam tayang bioskop. Referensi film masyarakat masih sangat sempit sehingga orang bisa dengan senang hati menggandrungi film lokal walaupun sebagian besar berestetika rendah. Dengan jumlah produksi yang bisa menembus angka 100 setiap tahunnya, film Indonesia punya masa depan yang meyakinkan. Read the rest of this entry »

Ini adalah situs resmi sementara Masyarakat Film Indonesia. Segala macam informasi mengenai MFI dapat diakses melalui situs ini seperti; tentang MFI, Pernyataan Sikap MFI, UU Perfilman Indonesia, serta informasi-informasi aktual seputar gerakan MFI. Semoga situs ini bisa memberi informasi kepada publik untuk mengetahui lebih jauh serta terlibat aktif dalam gerakan perubahan perfilman Indonesia.
February 2007
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728