You are currently browsing the daily archive for February 3, 2007.

* seperti dimuat dalam Majalah TEMPO, edisi 29 Januari 2007

Penulis: Joko Anwar, Sutradara / anggota Masyarakat Film Indonesia

How it all started…

Dengan satu lompatan dan satu zoom-out kamera, Jaka Sembung berpindah dari tepi laut ke atas bukit, siap menghajar Bergola Ijo. Tepuk tangan penonton menutupi suara kipas angin yang tak begitu berhasil menghalau hawa panas studio bioskop. Kursi yang jauh dari nyaman menambah efek suara setiap kali penonton bergerak. Toh, penonton keluar dengan puas dan segera menceritakan keseruan film yang baru saja mereka tonton ke para tetangga. Sampai pada tahun 1980-an, bioskop masih merupakan sumber tontonan nomor satu sampai ke kota-kota terkecil. Satu-satunya saluran televisi, TVRI, dipenuhi acara-acara propaganda pemerintah dan para istri anggota ABRI berpaduan suara. Belum ada VCD dan pemutarnya yang murah, hanya VHS dan Betamax yang hanya bisa dijangkau sebagian kecil orang. Pemerintah masih “berpihak” ke perfilman nasional dengan kebijakan batasan impor (setiap importir harus memproduksi satu film setiap mengimpor tiga film). Film Hollywood hanya menguasai persentase kecil dari jam tayang bioskop. Referensi film masyarakat masih sangat sempit sehingga orang bisa dengan senang hati menggandrungi film lokal walaupun sebagian besar berestetika rendah. Dengan jumlah produksi yang bisa menembus angka 100 setiap tahunnya, film Indonesia punya masa depan yang meyakinkan. Read the rest of this entry »

Advertisements
Ini adalah situs resmi sementara Masyarakat Film Indonesia. Segala macam informasi mengenai MFI dapat diakses melalui situs ini seperti; tentang MFI, Pernyataan Sikap MFI, UU Perfilman Indonesia, serta informasi-informasi aktual seputar gerakan MFI. Semoga situs ini bisa memberi informasi kepada publik untuk mengetahui lebih jauh serta terlibat aktif dalam gerakan perubahan perfilman Indonesia.
February 2007
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  
Advertisements