Tino Saroengallo

web_mk.jpg

Pertemuan antara perwakilan Masyarakat Film Indonesia dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie SH berlangsung pada 9 Mei 2007, di kantor MK di Jalan Merdeka Barat.

Rombongan berkumpul di West Pacific Restaurant, mulai berdatangan dari pukul 12:00 WIB hingga akhirnya semua berangkat pada pukul 13:30 WIB menuju Jalan Merdeka Barat. Rombongan MFI diwakili oleh Abduh Aziz, Alex Sihar, Dian Sastrowardoyo, Mira Lesmana, Nia diNata, Oddy C. Harahap, Edna C. Pattisina, Riri Riza, Sastha Sunu, Tino Saroengallo dan Tito Imanda.

Tepat pukul 14:00 rombongan masuk ke ruang terima tamu Ketua Mahkamah Konstitusi, dan setelah menunggu sekitar 10 menit akhirnya diterima langsung oleh Ketua MK Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie SH, yang selama pertemuan didampingi oleh SekJend MK Janedjri M. Gaffar.

Pembicaraan berjalan santai dan terbuka untuk umum. Beberapa teman pers yang hadir juga bisa mengikuti jalannya temu wicara dari pintu masuk ke ruang tamu yang dibiarkan terbuka.

Mula-mula Riri Riza, selaku juru bicara, mengutarakan maksud kunjungan MFI. Setelah mendengarkan penjelasan dari Riri, Ketua MK pun menjelaskan fungsi MK antara lain adalah melindungi hak-hak konstitusional warganegara. Beliau juga menjelaskan bahwa sebagai perorangan, seorang warganegara RI yang merasa hak-hak konstitusionalnya dilanggar oleh hukum yang ada maka orang tersebut bisa mengadukannya ke MK. Audiensi menjadi semacam kuliah hukum gratis bagi rombongan MFI.

Pertemuan berlangsung sekitar satu jam dan ditutup dengan penyerahan paket penjelasan fungsi dan tugas Mahkamah Konstitusi kepada rombongan MFI, bacaan tambahan untuk teman-teman yang sudah mulai mempelajari perangkat hukum berkaitan dengan perjuangan MFI. Dari pihak MFI diserahkan buklet “saya peduli FILM Indonesia” dan pin MFI.

Dalam perjalanan keluar ruangan, rombongan MFI juga diperkenalkan kepada Wakil Ketua MK, Prof. Dr. H. Mohammad Laica Marzuki, SH.

Download Siaran Pers Audiensi MFI dengan MK