Prima Rusdi

Jumat, 20 April 2007, Biro Film Kedokteran UI mengadakan acara Filmologic-Photology. Termasuk di dalam rangkaian acara tersebut adalah pameran foto, lomba film pendek, dan diskusi mengenai deregulasi perfilman Indonesia.

Nia Dinata dan Lukman Sardi, dalam kapasitas sebagai pribadi dan pembuat film, hadir selaku juri dalam segmen lomba film pendek. Sementara Alex Sihar dan Prima Rusdi hadir selaku wakil MFI dalam segmen diskusi mengenai deregulasi perfilman Indonesia.

Pemutaran film dan diskusi tersebut dihadiri sekitar 100 mahasiswa. Topik diskusi yang berjudul ‘berat’ itu, diakui penyelenggara, karena dipicu oleh ketertarikan mereka pada MFI yang mempersoalkan UU no. 8 tahun 92, lalu ketidaksetujuan MFI pada BP2N baru serta lembaga film pemerintah lainnya. Sementara di saat yang sama, juga sedang diramu UU Kedokteran yang baru.

Alex Sihar dan Prima Rusdi menyiapkan materi sederhana berupa 8 lembar slide power point yang memaparkan status UU no. 8 tahun 92, implikasi dari UU ini, mengapa kita harus menolaknya, juga mengapa kita menolak bergabung dengan lembaga/organisasi film yang sudah ada, siapa MFI, mengapa MFI harus ada dan harus bertindak saat ini juga, dan dilanjutkan dengan pemaparan sejumlah fakta yang mengimplikasikan adanya ‘pelanggaran’ hak penonton/masyarakat yang selama ini terabaikan, seperti soal kurangnya fasilitas pendidikan film, ruang putar/bioskop serta soal kondisi arsip film kita saat ini.

Diskusi berlangsung dengan efektif dan cukup fokus. Di akhir diskusi salah seorang peserta bertanya, “Jadi, apa yang bisa kami bantu untuk film Indonesia?”

Pertanyaan ini menghadirkan jeda agak panjang, karena baik Prima, Alex, bahkan Lukman Sardi sempat terkejut dan tak bisa langsung menjawab. Lukman akhirnya mencairkan suasana dengan mengajak mahasiswa terus menonton film Indonesia, Alex dan Prima memperlihatkan slide terakhir yang bertuliskan alamat website serta e-mail MFI.

Biro Film Fakultas Kedokteran UI memiliki anggota aktif dari setiap angkatan, dan telah didirikan sejak tahun 70’an.

Pada hari yang sama juga berlangsung diskusi di Jogjakarta menghadirkan Tito Imanda dan Budi Irawanto selaku pembicara/wakil MFI.