Laporan Kelompok Kerja Kampanye Publik MFI

web_fsp1.jpg

Peserta diskusi kira-kira 30 orang, kebanyakan wartawan. Petitioner MFI Tito Imanda dalam makalahnya menyampaikan persoalan UU dan kebijakan pemerintah dalam perfilman. Ia menyorot aspek-aspek UU No. 8/1992 terutama dalam hubungannya dengan definisi film, organisasi film, sensor, dan kebijakan film secara umum.

Laurent Creton berbicara tentang sistem produksi film di Perancis, sementara Chantal Duchet lebih banyak membahas tentang ekonomi audiovisual. Ia mengambil contoh aspek ekonomi film Arthur et Minimoys. Secara detail, beliau menjelaskan biaya produksi, biaya promosi hingga bagaimana film itu diterima di Perancis, berapa uang yang beredar dari film itu, dan aspek promosi film. Shanty Harmayn membicarakan perkembangan kuantitatif dan kualitatif film Indonesia sejak tahun 2000. Menurutnya, telah ada perkembangan cukup signifikan dalam jumlah produksi film Indonesia. Tetapi film-film ini masih mengalami persoalan di tingkatan distribusi (pasar). Banyak film mengalami persoalan di pendanaan dan produksi. Di Indonesia, sangat sulit memprediksi pasar. Industri film di Indonesia juga sangat sulit berkembang karena tidak ada kebijakan pemerintah yang mendukung industri film. Persoalan pajak dan perlindungan hak cipta mendapat sorotan cukup menonjol.

Diskusi ini diselenggarakan pada:
Hari/tanggal : Rabu, 18 April 2007, pukul 15.00 –18.00
Tempat : Blitz Megaplex Lounge, Grand Indonesia lt.8, Jakarta.

Pembicara :
1. Chantal Duchet, Professor Cinema & AV Universite Paris III-Sorbonne Nouvelle Perancis.
2. Laurent Creton (Dosen di Universitas Paris III dan Commission Member of Aid Selection of Distribution CNC)
3. Shanty Harmayn (JiFFest, MFI)
4. Tito Imanda (mahasiswa pasca-sarjana Departemen Culture and Communication, New York University, MFI)

Moderator: Joko Anwar (sutradara)