Teguh Trianton

bioskop_kita1.jpg

Menyusul bakal digelarnya Festival Film Banyumas (FFB) 2007, oleh Komunitas Jurnalis Televisi Purwokerto (KJTP), yang salah satu penghargaannya (piala) akan diberikan oleh Bupati Purbalingga, Cinema Lover Comunity (CLC) Purbalingga belum menentukan sikap. Hal ini terkait dengan sejarah masa lalu CLC yang pernah dijegal oleh pemerintah setempat pada saat mulai mengembangkan dunia perfilman di Purbalingga.

Manager CLC Purbalingga, Bowo Leksono kepada Rakyat, Jumat (10/5) kemarin mengungkapkan, bahwa secara psikologis CLC masih trauma dengan sejarah masa lalu, yaitu pelarangan penggunaan sarana milik pemerintah untuk memperlancar agenda bioskop kita yang merupakan program bulanan CLC pada saat itu.

“Terkait sejarah ‘Bioskop Kita Lagi Sedih’ biar teman-teman wartawan yang menilai sendiri, yang jelas temen-temen pers jauh lebih mengerti bagaimana jika orang sudah disakiti,” ujar Bowo via telepon.

Namun demikian, secara pribadi Bowo mendukung kegiatan yang akan dihelat KJTP. Hanya saja, nama FFB menurut Bowo kurang tepat karena sudah dipakai sebagai nama ajang yang sama di kota Bandung yaitu Festival Film Bandung (FFB). Sehingga nantinya sulit membedakan, mana hasil FFB (Banyumas) dengan hasil FFB (Bandung).

Lebih jauh, terkait keikutsertaan CLC dalam ajang tersebut, menurut Bowo, pihaknya harus berbicara dulu dengan teman-teman anggota CLC Purbalingga. “Jadi, karena CLC itu komunitas, maka saya harus berbicara dulu dengan teman-teman di CLC, apakah akan ambil bagian atau sebaliknya,” imbuh Bowo.

Seperti telah dilansir media cetak kemarin, bahwa KJTP sedianya akan menggelar FFB tahun 2007. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Kamis (9/5) kemarin, KJTP mengadakan audiensi dengan bupati Purbalingga. KJTP berharap agar bupati berkenan mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan salah satu piala atau penghargaan yang akan diberikan pada malam puncak FFB 30 Juni 2007 mendatang.*

(tulisan ini bersumber dari tulisan Teguh Trianton (Koran Rakyat, 11 Mei 2007) yang disebarluaskan melalui email dan milis. Tulisan ini disertakan dalam website MFI untuk mengundang para pengunjung memperhatikan permasalahan yang dialami Cinema Lover Community di Purbalingga. Judul tulisan ini disunting untuk menyesuaikan dengan website ini, sedangkan isi tetap dipertahankan seperti semula.)