Dara, film yang disutradarai the Mo Brothers (Kimo Stamboel & Timothy Tjahjanto), yang semula akan mewakili film pendek Indonesia di Screamfest di Blitz Indonesia harus merelakan film mereka untuk di cap “Ditolak Seutuhnya” oleh Lembaga Sensor Film (LSF).

Film bergenre Slasher/Thriller ini sudah mewakili Indonesia di berbagai ajang international dan memulai debutnya di Screamfest Horror Film Festival di Los Angeles pada Oktober 2007. Sampai saat ini, di Indonesia, film ini baru dipertontokan secara terbatas oleh sang sutradara yang pernah membesut film sekolahannya yang berjudul Bunian.

Surat LSF dengan no. 08/LSF/PHP/XI/2007 yang ditujukan ke P.T. Jive Entertainment, salah satu pemilik dari hak tayang & edar film ini, memantapkan hegemoni U.U. Film yang sedang dipermasalahkan oleh kawan-kawan dari Masyarakat Film Indonesia di lantai Mahkamah Konsitusi. Untuk kepentingan festival, umumnya film pendek yang hendak diputar tidak pernah melewati jalur LSF. Hal ini sudah sering dilakukan oleh beberapa penyelenggara festival film pendek di pelbagai daerah di Indonesia.

Dalam salah satu point dalam suratnya, LSF menegaskan kalau film ini cenderung amoral, tanpa ada pemihakkan moralitas. Ditegaskan pada penutupan surat tersebut kalau film ini bertentangan dengan PP No. 7 Th. 1994. Pasal 16 Ayat 5 dan Pasal 19 Ayat 1. (isi keseluruhan PP ini dapat di ‘download’ di situs www.masyarakatfilmindonesia.org).

Berikut ini adalah penghargaan yang telah diperoleh oleh the Mo Brothers untuk film Dara, Official Selection di:

  • Screamfest horror film festival, Los Angeles 2007
  • Freakshow Horror festival , Orlando 2007
  • DAM short film festival, Nevada 2007
  • Mauvais Genre film festiva, France
  • Surprise short film for Horrorthon film festival 2007 , Dublin

Pemenang di:

  • Horror and science fiction film festival, Arizona 2007 (International Short Winner)
  • NYC horror film festival 2007, New York (Audience Choice Award)