Akhirnya berkas pengajuan MFI yang diwakili oleh 4 (empat) anggotanya pada Senin, 26 November 2007 pagi sudah diperiksa kelayakannyadi Mahkamah Konstiitusi (MK). Berkas yang masuk sudah dianggap sangat baik namun masih diberikan kesempatan untuk melakukan koreksi/penyempurnaan dalam waktu 14 hari kerja.

Tawaran ini tidak disia-siakan khususnya berkaitan dengan pengumpulan data tentang saksi dan ahli yang akan mendukung permintaan untuk menghapus pasal-pasal yang berkaitan dengan Lembaga Sensor Film dalam UU no 8 Tahun 1992 Tentang Perfilman.

Sidang berlangsung tepat waktu dan hanya berlangsung sekitar 45 menit. Tidak bertele-tele karena Majelis Hakim sudah membaca berkas yang masuk. Majelis hakim terdiri atas M. Laica Marzuki, Achmad Rustandi dan Maruar Siahaan.

Salah seorang hakim adalah pensiunan Letnan Jenderal sehingga memang tepat mengingat salah satu keberatan yang diajukan berkaitan dengan pemotongan adegan kekejaman tentara terhadap mahasiswa dalam film “Student Movement in Indonesia” dan juga pembrangusan atas film-film yang berkaitan dengan eksistensi penguasa Indonesia di Timor Timur dan Provinsi Aceh (karya filmmaker asing) yang pernah direncanakan diputar di Jakarta International Film Festival.

Sidang kedua akan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2007, pada pukul 10.30 WIB bertempat di gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 7 Jakarta.