Pihak Pemerintah, DPR, LSF Bertahan Tapi Belum Berikan Keterangan Tertulis

Seperti yang telah dijadwalkan, pagi tadi, Rabu, 9 Januari 2008, bertempat di gedung Mahkamah Konstitusi, pukul 10.00-13.00, pihak Pemerintah, DPR, juga LSF telah memberikan keterangan terhadap gugatan para pemohon (Tino Saroengallo, Nia Dinata, Shanty, Riri Riza, Lalu Roisamri) soal sensor.

Adapun di luar para pemohon (kecuali Lalu Roisamri yang telah mengajukan izin), pagi tadi pihak-pihak lain yang hadir di persidangan antara lain:

  • Pihak DPR
    Diwakili 2 (dua orang), bertindak selaku pembicara adalah Lukman Hakim (kuasa hukum DPR)
  • Pihak Pemerintah
    Diwakili awalnya oleh wakil MENDUBPAR, dan wakil hokum BUDPAR, Rusli Yahya. (Catatan: BUDPAR Jero Wacik kemudian hadir).
  • Pihak LSF
    Lembaga Sensor Film diwakili oleh Titiek Said (Ketua), hadir dari pihak LSFI: 21 orang anggota mereka.
  • Pihak PARFI
    Diwakili oleh Yenny Rachman selaku Ketua PARFI , Zahmani (Ketua 1), Haji Anwar Fuadi (Ketua Umum Persatuan Aktor/Aktris Sinetron Indonesia), Adi Musu (Penasihat Hukum PARFI).

Persidangan berjalan dengan cukup lancar, meski dengan sejumlah catatan, seperti yang disampaikan oleh Hakim Ketua. Sidang yang dibuka untuk umum ini cukup dipadati media baik cetak maupun televisi.

Sesekali pimpinan sidang mengingatkan agar hadirin tak perlu bertepuk-tangan atau bereaksi atas apapun yang diucapkan oleh para pihak. Selain itu tampak ada kecenderungan sebagian pihak yang masih bingung dengan posisinya saat berada di

persidangan, karena sebetulnya, seperti yang berulang-kali ditekankan oleh pimpinan sidang, bahwa yang disidang di MK adalah UU jadi tidak ada istilah tergugat/penggugat.

Sementara, sejumlah keterangan dari pihak-pihak yang memberikan reaksi atas gugatan pemohon masih kerap terdengar bagaikan pembelaan maupun serangan yang

sifatnya pribadi dengan sejumlah keterangan pendukung yang tidak bisa disebut sebagai data, juga kerap melontarkan kasus yang sebetulnya tidak relevan dengan substansi dalil-dalil yang diajukan para pemohon.

Di akhir persidangan, para pemohon meminta haknya untuk diberi waktu guna mengumpulkan sejumlah berkas yang diperlukan untuk persidangan berikutnya, juga hak meminta keterangan dalam bentuk tertulis dari para pihak, karena hal yang sama sudah dipenuhi oleh para pemohon.

Dengan demikian, bisa dipastikan proses persidangan menyoal sensor ini masih akan berlangsung.(Prima Rusdi)