You are currently browsing the daily archive for February 13, 2008.

Pengantar:
Berikut kami muat keterangan salah satu saksi pihak pemohon, produser Mira Lesmana mengenai Lembaga Klasifikasi. Keterangan yang kami cantumkan di sini hanya yang mengenai lembaga klasifikasi, rincian seluruh keterangan bisa dilihat pada risalah siding Mahkamah Konstitusi (www.mahkamahkonstitusi.go.id/risalah), PUU 29, tertanggal 06 Pebruari 2008. Terima kasih.

Keterangan Produser Mira Lesmana, Saksi Dari Pemohon Mengenai Perlunya Lembaga Klasifikasi (seperti disampaikan pada sidang 6 Pebruari 2008)

Yang Mulia Majelis Hakim,

Saya akan mengambil contoh sebuah lembaga klasifikasi dari Inggris yaitu BBFC yaitu British Board of Film Classification yang telah banyak diadaptasi oleh negara-negara berkembang lainnya, pedoman kerja, kriteria, klasifikasi, serta visi dan misi BBFC saya lampirkan apabila dibutuhkan tetapi mereka mempunyai semacam buklet yang bisa diakses lewat internet juga dibagikan ke sekolah-sekolah kepada para orangtua, bahkan mereka punya versi untuk dewasa, penjelasan untuk anak-anak dan sebagainya. BBFC adalah sebuah lembaga independen yang misi utamanya adalah memberikan informasi kepada publik yang bias memperkuat posisi mereka dalam membuat keputusan untuk menonton baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi siapapun yang masih dalam pengawasan mereka, khususnya anak-anak. Membantu para penonton dan masyarakat tertentu yang tidak berdaya dari kemungkinan efek negatif menonton film karena secara isi mungkin berbahaya atau tidak sesuai untuk mereka, namun di saat yang sama menghormati kebebasan memilih para penonton dewasa. Menyediakan perlindungan dan jaminan dengan biaya paling efisien bagi industri-industri media, juga mengeluarkan sejumlah regulasi secara transparan dan melindungi para pelaku industri gambar bergerak dari kemungkinan menyalahi hokum negara Inggris Raya. Jadi mereka justru membantu para produser-produser seperti kami untuk jangan sampai melanggar hukum.
Read the rest of this entry »

Advertisements

pemohon3kecil.jpg 

Sidang Uji UU Film No. 8/1992 tentang Sensor Film di Mahkamah Konstitusi mendekati pembacaan putusan…

Buat kawan-kawan yang tidak sempat menghadiri atau mengikuti perkembangan persidangan, silakan download dan baca risalah sidang di bawah ini, sambil menunggu putusan nanti. Banyak pertanyaan kita tentang sensor film (bioskop), perlindungan penonton, warisan penindasan dan ketakutan masa Orde Baru yang masih tersisa dan kebebasan informasi yang terjawab dalam perdebatan seru di ruang sidang.

Simak pernyataan Nia diNata, Riri Riza, Shanty, Lalu Roisamri dan Tino Saroengallo soal sensor terhadap karya mereka. Juga jawaban pihak DPR, pemerintah dan LSF. Baca dengan teliti pernyataan para saksi seperti Mira Lesmana dan Dian Sastro. Timbang juga pernyataan para saksi ahli antara lain seperti Seno Gumira Ajidarma, Goenawan Mohamad, Nono Anwar Makarim, Zoemrotin KS dan Prof. Siti Musdah Mulia.

Sampai ketemu di ruang sidang MK untuk mendengarkan putusan perkara ini!! Read the rest of this entry »

Ini adalah situs resmi sementara Masyarakat Film Indonesia. Segala macam informasi mengenai MFI dapat diakses melalui situs ini seperti; tentang MFI, Pernyataan Sikap MFI, UU Perfilman Indonesia, serta informasi-informasi aktual seputar gerakan MFI. Semoga situs ini bisa memberi informasi kepada publik untuk mengetahui lebih jauh serta terlibat aktif dalam gerakan perubahan perfilman Indonesia.
February 2008
M T W T F S S
« Jan   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
Advertisements